Jumat, 13 Januari 2012 | 11:34 WIB
Kategori: Investasi, dibaca: 99 kali
MADIUN--Pusat Investasi Pemerintah memberikan pinjaman Rp 118,5 milliar kepada PT Industri Kereta Api (Persero). Perjanjian investasi ini ditandatangani Senin, 19 Dsember 2011 di kantor pusat INKA di Madiun, Jawa Timur.
“Pinjaman ini sebagai modal kerja,” tutur Kepala PIP Soritaon Siregar seusai meneken perjanjian pinjaman bersama Direktur Utama PT INKA Roosdiatmoko. Dia menambahkan, pinjaman berjangka waktu 20 bulan dengan bunga 9,75 persen ini, akan dipakai untuk pengadaan 1200 unit gerbong PPCW--jenis kereta pengangkut barang tanpa atap dan dinding (flat deck).
Pinjaman ini berawal dari PT INKA yang sebelumnya memenangkan proyek pengadaan unit gerbong ini dari PT Kereta Api Indonesia (KAI) Persero. Guna memenuhi proyek tersebut, PT INKA membutuhkan pinjaman modal kerja untuk menutup financing gap dalam rangka penyelesaian proyek 1200 unit gerbong PPCW tersebut. Peran serta PIP dalam pembiayaan ini, ditegaskan Soritaon, sebagai kerja sama strategis guna meningkatkan posisi tawar PT INKA dalam menghadapi pesaing asing (China) ketika mengikuti tender PPCW.
Setelah melalui kajian dan analisa kelayakan, dia menuturkan, jumlah dana investasi yang disediakan PIP adalah Rp 118,5 miliar. “Pinjaman ini untuk pembelian komponen yang diproduksi di dalam negeri maupun luar negeri (impor),”ujarnya lebih lanjut. (alh)
(Dipublikasikan oleh: Anne )
Senin, 10 Oktober 2011 | 00:00 WIB
Kamis, 25 Agustus 2011 | 12:38 WIB
Jumat, 5 Agustus 2011 | 07:00 WIB
Kamis, 30 Juni 2011 | 08:55 WIB
Kamis, 9 Juni 2011 | 10:24 WIB